Pusat Analisis Informasi Pariwisata

Icon

Program Tahun Kunjungan Perlu Dievaluasi Lagi

Traveltext on Fri, 2010-01-08 07:59

DEPBUDPAR perlu melakukan evaluasi lagi terhadap program Visit Indonesia Year (VIY) 2009 dan program-program baru pada tahun ini. Dinilai program yang berkelanjutan tanpa evaluasi berpotensi mengulangi kegagalan dan menghilangkan kepercayaan public terhadap kinerja pemerintah.

Menurut pemerhati masalah pariwisata dari Universitas Indonesia Jones Sirait, sejak 2005 ada banyak program yang dilempar ke publik, tapi tak jelas kabarnya dan tidak pernah terdengar hasil evaluasinya, padahal sangat penting mengetahui letak kekuatan dan kelemahan sebagai pembelajaran tahun berikutnya. Seperti pelaksanaan VIY 2008 belum ada evaluasi, namun kemudian dilanjutkan ke VIY 2009.

“Sangat disayangkan sikap Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) yang tidak memberikan porsi pelaksanaan evaluasi ini sebagai program 100 hari. Begitu pula dengan pembentukan Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPPI) dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GPI) yang terkesan diulur-ulur, padahal sepantasnya masuk dalam prioritas 100 hari kementrian itu,” ujarnya.

Diakui kesinambungan VIY dari tahun ke tahun sejak 2008 merupakan upaya lain dalam mendongkrak anggaran yang selama ini dirasakan sangat minim. Namun peningkatan anggaran secara signifikan tanpa disertai prestasi yang memadai justru akan mengundang tanda Tanya besar.

“Sekali lagi Depbudpar jangan memberikan contoh buruk, apalagi sejumlah daerah saat ini sudah meluncurkan tahun kunjungan untuk daerah mereka dan mereka nanti bisa berdalih pusat saja tidak serius apalagi mereka,” jelasnya.

Disamping itu pula mengenai statistik kunjungan pariwisata, baik internasional maupun domestik selama 5 thaun terakhir, apakah jumlah itu memang benar seperti dilapangan atau seperti dicurigai berbagai kalangan sebagai angka pesanan?

“Pada 2010, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara tembus angka 7 juta dari mana itu? Saya pikir kita perlu siap-siap saja muncul klaim dari sisi kunjungan tidak terpenuhi tapi devisa naik. Untuk kejelasan terkait dengan angka-angka statistik tersebut perlu diadakan investigasi sejauh mana kebenaran klaim pemerintah itu terutama sejak 2005 hingga 2009,” ujarnya.

Ditambahkannya, kesalahan kita selama ini adalah terlalu percaya begitu saja, tanpa ada upaya untuk menyuguhkan data-data pembanding. Jadi kami sedang menggarap bidang Ini. sehingga publik tahu apakah ada unsur pembohongan publik atas semua klaim itu.

Tahun 2010, pemerintah harus bekerja lebih baik dalam melakukan pemasaran dan koordinasi dengan daerah dalam pengembangan kegiatan pariwisata daerah. Salah satunya terkait dengan anggaran dan bagaimana manajemen sebuah “event” daerah, seperti dalam kasus festival ataupun tahun kunjungan wisata daerah.

http://traveltextonline.com/read/headlines/program-tahun-kunjungan-perlu-dievaluasi-lagi

Filed under: Destinasi, Pariwisata Umum, Pemasaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: