Pusat Analisis Informasi Pariwisata

Icon

Destinasi Pantai Teluk Thailand dan Pantai Timur Sumatera (1)

Oleh Pusat Analisis Informasi Pariwisata

KETIKA gempa dan tsunami melanda Samudera Hindia pada 2004 lalu, Thailand mengalami pukulan keras ketika sejumlah destinasi wisata seperti Phuket, Khao Lak dan Krabi di pantai barat-selatannya dihantam tsunami. Tapi Thailand beruntung memiliki Teluk Thailand yang aman tsunami, dengan puluhan resort pantai, misalnya Pattaya, Hua Hin, Ko Chang, Ko Samui, Ko Pha Ngan,  Ko Samet, Ko Tao dan lainnya. Maka ketika pantai barat-selatan dilanda bencana, otoritas pariwisata Thailand bergerak cepat untuk menginformasikan kepada wisatawan bahwa mereka masih memiliki pantai sepanjang Teluk Thailand yang layak dan aman untuk dikunjungi.

Pasca tsunami, selain Thailand ternyata Vietnam dan Kamboja saat ini juga terus membidik pantai mereka yang ada di Teluk Thailand untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Kamboja terus memacu perkembangan wisata pantai Sihanoukville, Kep, dan Koh Kong, meski belum seagresif Thailand. Sementara Vietnam membidik Pulau Phu Quoc yang berada di Teluk Thailand di perbatasan dengan Kamboja. Phu Quoc memperoleh perhatian besar daripada sejumlah resort di pantai Timur dari selatan  ke utara yang berbatasan dengan China. Alasannya tentu karena posisinya yang tenang dan relatif jauh dari gonjang-ganjing bencana tsunami.

Kami memperkirakan, posisi destinasi di sepanjang pantai Teluk Thailand ini penting dan akan semakin penting dalam peta pariwisata ASEAN di masa datang. Pertanyaannya adalah adakah destinasi pantai di Indonesia yang bisa mengimbangi keamanan atau relatif “bebas” dari tsunami seperti Teluk Thailand? Jika ada dimana?

Seperti diketahui, umumnya daerah di Indonesia merupakan daerah rawan bencana, khususnya gempa dan tsunami. Mulai dari pantai Timur Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, bagian Selatan Pulau Jawa, Bali, NTB hingga NTT. Begitu Sulawesi, Maluku hingga Papua dan Papua Barat. Itu sebabnya destinasi pantai seperti Nias, Mentawai dan pantai Sumatera Barat, Ujungkulon (Banten), Bayah, Pelabuhan Ratu, Cilacap, Parangtritis, hingga Plengkung (Jatim) cukup sering diganggu gempa dan memiliki potensi tsunami.

Pantai-pantai di Utara Pulau Jawa yang memanjang dari Tuban, Situbondo, Cirebon, Kepulauan Seribu, hingga Pantai Pulorida (Banten) memang relatif lebih “aman” dari pada pantai Selatan, namun bukan berarti tidak punya potensi sama sekali, mengingat posisi lempeng Euroasia yang menghubungkan Eropa dan Asia berada di bawah pulau ini, dan di bawahnya bertemu dengan lempeng IndoAustalia, yang sering terjadi berbagai singgungan di antaranya.

Dilihat dari potensi itu, jelas keberadaan destinasi wisata di sepanjang pantai di pulau itu akan berada pada tahap rawan gangguan, meskipun tidak seorang yang bisa memprediksi kapan akan terjadi. Perlu juga diingat kapan pun dan dimana pun bisa saja terjadi bencana, sehingga bukan menjadi penghalang untuk mengunjungi destinasi pada wilayah tersebut.

Filed under: Destinasi, Pariwisata Umum, Pemasaran, SDM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: